PILIHAN 01
VILLA HILTON / AL ANSOR GOLDEN TULIP
Hotel dan harga pada pilihan ini selalu dibaca dari satu paket yang sama.
UMROH PELATARAN
Detail keberangkatan, pilihan kamar, hotel, dan ketersediaan dalam satu halaman yang lebih mudah dibaca.
PILIHAN PAKET
Harga kamar mengikuti pilihan hotel yang sama. Ketersediaan kursi tetap milik satu keberangkatan dan tidak berubah saat pilihan kamar berganti.
PILIHAN 01
Hotel dan harga pada pilihan ini selalu dibaca dari satu paket yang sama.
PILIHAN 02
Hotel dan harga pada pilihan ini selalu dibaca dari satu paket yang sama.
KETERSEDIAAN BERSAMA
Tersedia · 42 kursiKetersediaan ini berlaku untuk keberangkatan, bukan untuk satu pilihan kamar tertentu.
KONTEKS PROGRAM
Pada beberapa keberangkatan, layanan tambahan turut melengkapi perjalanan, membantu Anda merasa lebih nyaman dan menjadikan perjalanan lebih berkesan.
RANGKAIAN PERJALANAN
Harga dan hotel tetap menjadi ringkasan utama. Rangkaian harian disimpan lebih tenang di bawah ini untuk Anda yang ingin mengenal paketnya lebih dekat.
Sebuah perjalanan yang lama dinanti dimulai dari Terminal 2 Juanda. Jamaah menuju Jeddah bersama LION, lalu melangkah ke kota pertama dalam rangkaian Umroh ini. Setibanya di Jeddah, perjalanan dilanjutkan dengan bus menuju Madinah. Kota Nabi menjadi tempat pertama untuk menenangkan langkah sebelum rangkaian menuju Makkah. Sebelum penerbangan, lounge yang disiapkan di Juanda memberi ruang untuk memulai perjalanan dengan lebih nyaman.
Hari pertama di Madinah dijalani dengan lebih perlahan. Jamaah mengenal area di sekitar Masjid Nabawi dan menyiapkan waktu untuk ziarah ke Raudhah, membiarkan suasana Kota Nabi menjadi bagian dari perjalanan.
Madinah kemudian dibaca melalui tempat-tempat yang menyimpan jejak perjalanan: Masjid Quba, Jabal Uhud, kebun kurma, dan Masjid Qiblatain. Satu hari untuk mengenal kota ini lebih dekat, tanpa kehilangan ruang untuk kembali beribadah di Masjid Nabawi.
Rangkaian tambahan di Madinah membawa jamaah menuju Jabal Magnet dan melihat percetakan Al-Quran, melengkapi hari dengan pengalaman yang berbeda dari program inti di sekitar Masjid Nabawi.
Ada waktu yang sengaja dibuat lebih lapang di Kota Nabi. Jamaah dapat memperbanyak ibadah di Masjid Nabawi, berjalan di sekitarnya, atau memilih waktu istirahat yang lebih panjang.
Hari ini berjalan tanpa agenda rombongan yang mengikat. Waktu dapat dipakai untuk lebih lama beribadah di Masjid Nabawi, beristirahat, atau menikmati suasana Madinah dengan ritme sendiri.
Madinah terasa berbeda ketika tidak terburu-buru. Hari bebas dapat diisi dengan ibadah di Masjid Nabawi, ziarah ke Baqi' bagi jamaah laki-laki, atau mencari oleh-oleh di sekitar masjid. Setelah rangkaian di Madinah selesai, perjalanan berlanjut menuju Makkah.
Tiba di Makkah, perjalanan segera menemukan pusatnya. Setelah bersiap, jamaah menunaikan Umroh wajib—memulai hari-hari di Kota Suci dengan thawaf, sa'i, dan rangkaian ibadah yang telah dinanti.
Hari berikutnya membawa jamaah menyusuri jejak perjalanan di sekitar Makkah: Jabal Tsur, Arafah, Jabal Rahmah, Muzdalifah, hingga Mina. Ihram dibawa sejak awal, karena setelah city tour perjalanan berlanjut ke Ji'ronah untuk mengambil miqat dan menunaikan Umroh kedua.
Perjalanan menuju Thaif menghadirkan suasana yang berbeda: singgah di Masjid Ibnu Abbas dan Masjid Addas, melihat kebun mawar dan penyulingan parfum, serta menikmati nasi mandhi khas Thaif. Dalam perjalanan kembali, jamaah mengambil miqat di Qarnul Manazil sebelum menunaikan Umroh ketiga.
Makkah tidak selalu harus dijalani dengan jadwal yang padat. Hari ini dapat diisi dengan ibadah pribadi, waktu istirahat, belanja seperlunya, atau mencoba hidangan lokal di sekitar Kota Suci.
Perjalanan perlahan sampai di penghujungnya. Dari Jeddah, jamaah kembali bersama LION menuju Surabaya, membawa doa, pengalaman, dan kenangan dari hari-hari di Tanah Suci.
Pagi keberangkatan terasa berbeda. Koper sudah tertata, keluarga mengantar doa, dan dari Terminal 2 Juanda perjalanan bersama LION menuju Tanah Suci pun dimulai. Setibanya di Jeddah, perjalanan dilanjutkan dengan bus menuju Madinah. Kota Nabi menjadi tempat pertama untuk menenangkan langkah sebelum rangkaian menuju Makkah. Sebelum penerbangan, lounge yang disiapkan di Juanda memberi ruang untuk memulai perjalanan dengan lebih nyaman.
Hari pertama di Madinah dijalani dengan lebih perlahan. Jamaah mengenal area di sekitar Masjid Nabawi dan menyiapkan waktu untuk ziarah ke Raudhah, membiarkan suasana Kota Nabi menjadi bagian dari perjalanan.
Madinah kemudian dibaca melalui tempat-tempat yang menyimpan jejak perjalanan: Masjid Quba, Jabal Uhud, kebun kurma, dan Masjid Qiblatain. Satu hari untuk mengenal kota ini lebih dekat, tanpa kehilangan ruang untuk kembali beribadah di Masjid Nabawi.
Rangkaian tambahan di Madinah membawa jamaah menuju Jabal Magnet dan melihat percetakan Al-Quran, melengkapi hari dengan pengalaman yang berbeda dari program inti di sekitar Masjid Nabawi.
Waktu bebas di Madinah dapat menjadi kesempatan untuk kembali pada ibadah yang ingin diperpanjang. Bagi jamaah laki-laki, ziarah ke Baqi' juga dapat menjadi pilihan sesuai kondisi dan waktu.
Tidak semua hari perlu penuh agenda. Di Madinah, waktu yang lebih lapang dapat diisi dengan Masjid Nabawi, oleh-oleh untuk keluarga, kuliner, atau sekadar menikmati ketenangan kota sebelum perjalanan berlanjut.
Hari ini memberi ruang untuk menjalani Madinah secara lebih pribadi: memperpanjang ibadah, berjalan santai di sekitar Nabawi, berbelanja seperlunya, atau menikmati makanan lokal. Setelah rangkaian di Madinah selesai, perjalanan berlanjut menuju Makkah.
Tiba di Makkah, perjalanan segera menemukan pusatnya. Setelah bersiap, jamaah menunaikan Umroh wajib—memulai hari-hari di Kota Suci dengan thawaf, sa'i, dan rangkaian ibadah yang telah dinanti.
Hari berikutnya membawa jamaah menyusuri jejak perjalanan di sekitar Makkah: Jabal Tsur, Arafah, Jabal Rahmah, Muzdalifah, hingga Mina. Ihram dibawa sejak awal, karena setelah city tour perjalanan berlanjut ke Ji'ronah untuk mengambil miqat dan menunaikan Umroh kedua.
Perjalanan menuju Thaif menghadirkan suasana yang berbeda: singgah di Masjid Ibnu Abbas dan Masjid Addas, melihat kebun mawar dan penyulingan parfum, serta menikmati nasi mandhi khas Thaif. Dalam perjalanan kembali, jamaah mengambil miqat di Qarnul Manazil sebelum menunaikan Umroh ketiga.
Setelah beberapa hari dengan rangkaian bersama, Makkah dapat dinikmati dengan lebih santai. Jamaah dapat beribadah, mencari oleh-oleh di Tower Zamzam dan sekitarnya, atau menikmati kuliner lokal.
Hari kepulangan akhirnya tiba. Setelah rangkaian ibadah dan perjalanan selesai, jamaah menuju Jeddah untuk terbang bersama LION kembali ke Surabaya—membawa pulang cerita yang mungkin akan tinggal jauh lebih lama daripada perjalanannya.
MATERI RELEVAN
PANDUAN UMROH
Jarak hotel sering kali lebih berguna untuk dipahami daripada sekadar melihat jumlah bintang. Panduan ini membantu membaca konteks hotel sebelum memilih paket.
Baca selengkapnya →ALUR PENDAFTARAN
Alur ringkas untuk membantu memahami tahap perjalanan tanpa memenuhi halaman dengan detail administratif.
Tanyakan jadwal, pilihan kamar, atau hal lain yang perlu dipastikan.
Tim akan menjelaskan langkah booking sesuai ketentuan program yang berlaku.
Dokumen disiapkan setelah kebutuhan perjalanan dikonfirmasi bersama tim.
Persiapan akhir dilakukan menjelang waktu perjalanan.
KONSULTASI
Mulai dari satu pertanyaan. Tim An Namiroh dapat membantu melihat jadwal ini dalam konteks kebutuhan perjalanan Anda.