PILIHAN 01
PULLMAN / NUSK EL AIMAN
Hotel dan harga pada pilihan ini selalu dibaca dari satu paket yang sama.
UMROH PELATARAN
Detail keberangkatan, pilihan kamar, hotel, dan ketersediaan dalam satu halaman yang lebih mudah dibaca.
PILIHAN PAKET
Harga kamar mengikuti pilihan hotel yang sama. Ketersediaan kursi tetap milik satu keberangkatan dan tidak berubah saat pilihan kamar berganti.
PILIHAN 01
Hotel dan harga pada pilihan ini selalu dibaca dari satu paket yang sama.
PILIHAN 02
Hotel dan harga pada pilihan ini selalu dibaca dari satu paket yang sama.
KETERSEDIAAN BERSAMA
Tersedia · 35 kursiKetersediaan ini berlaku untuk keberangkatan, bukan untuk satu pilihan kamar tertentu.
KONTEKS PROGRAM
Pada beberapa keberangkatan, layanan tambahan turut melengkapi perjalanan, membantu Anda merasa lebih nyaman dan menjadikan perjalanan lebih berkesan.
RANGKAIAN PERJALANAN
Harga dan hotel tetap menjadi ringkasan utama. Rangkaian harian disimpan lebih tenang di bawah ini untuk Anda yang ingin mengenal paketnya lebih dekat.
Waktu berangkat akhirnya datang. Di Terminal 2 Juanda, jamaah berkumpul sebelum terbang bersama LION menuju Jeddah dan melanjutkan perjalanan sesuai rute yang telah disiapkan. Setibanya di Jeddah, perjalanan dilanjutkan dengan bus menuju Madinah. Kota Nabi menjadi tempat pertama untuk menenangkan langkah sebelum rangkaian menuju Makkah.
Hari pertama di Madinah dijalani dengan lebih perlahan. Jamaah mengenal area di sekitar Masjid Nabawi dan menyiapkan waktu untuk ziarah ke Raudhah, membiarkan suasana Kota Nabi menjadi bagian dari perjalanan.
Madinah kemudian dibaca melalui tempat-tempat yang menyimpan jejak perjalanan: Masjid Quba, Jabal Uhud, kebun kurma, dan Masjid Qiblatain. Satu hari untuk mengenal kota ini lebih dekat, tanpa kehilangan ruang untuk kembali beribadah di Masjid Nabawi.
Rangkaian tambahan di Madinah membawa jamaah menuju percetakan Al-Quran, memberi kesempatan melihat sisi lain perjalanan di sekitar Kota Nabi.
Ada waktu yang sengaja dibuat lebih lapang di Kota Nabi. Jamaah dapat memperbanyak ibadah di Masjid Nabawi, berjalan di sekitarnya, atau memilih waktu istirahat yang lebih panjang.
Madinah terasa berbeda ketika tidak terburu-buru. Hari bebas dapat diisi dengan ibadah di Masjid Nabawi, ziarah ke Baqi' bagi jamaah laki-laki, atau mencari oleh-oleh di sekitar masjid.
Madinah terasa berbeda ketika tidak terburu-buru. Hari bebas dapat diisi dengan ibadah di Masjid Nabawi, ziarah ke Baqi' bagi jamaah laki-laki, atau mencari oleh-oleh di sekitar masjid. Menjelang berakhirnya rangkaian di Madinah, perjalanan menuju Makkah dilanjutkan dengan kereta cepat—perpindahan antarkota yang terasa lebih ringkas sebelum memasuki hari-hari ibadah di Makkah.
Tiba di Makkah, perjalanan segera menemukan pusatnya. Setelah bersiap, jamaah menunaikan Umroh wajib—memulai hari-hari di Kota Suci dengan thawaf, sa'i, dan rangkaian ibadah yang telah dinanti.
Hari berikutnya membawa jamaah menyusuri jejak perjalanan di sekitar Makkah: Jabal Tsur, Arafah, Jabal Rahmah, Muzdalifah, hingga Mina. Ihram dibawa sejak awal, karena setelah city tour perjalanan berlanjut ke Ji'ronah untuk mengambil miqat dan menunaikan Umroh kedua.
Perjalanan menuju Thaif menghadirkan suasana yang berbeda: singgah di Masjid Ibnu Abbas dan Masjid Addas, melihat kebun mawar dan penyulingan parfum, serta menikmati nasi mandhi khas Thaif. Dalam perjalanan kembali, jamaah mengambil miqat di Qarnul Manazil sebelum menunaikan Umroh ketiga.
Hari ini tidak diikat oleh program rombongan. Waktu dapat dipakai untuk memperbanyak ibadah di Masjidil Haram, memperpanjang doa, atau sekadar memberi tubuh ruang untuk beristirahat.
Hari ini tidak diikat oleh program rombongan. Waktu dapat dipakai untuk memperbanyak ibadah di Masjidil Haram, memperpanjang doa, atau sekadar memberi tubuh ruang untuk beristirahat.
Perjalanan perlahan sampai di penghujungnya. Dari Jeddah, jamaah kembali bersama LION menuju Surabaya, membawa doa, pengalaman, dan kenangan dari hari-hari di Tanah Suci.
Waktu berangkat akhirnya datang. Di Terminal 2 Juanda, jamaah berkumpul sebelum terbang bersama LION menuju Jeddah dan melanjutkan perjalanan sesuai rute yang telah disiapkan. Setibanya di Jeddah, perjalanan dilanjutkan dengan bus menuju Madinah. Kota Nabi menjadi tempat pertama untuk menenangkan langkah sebelum rangkaian menuju Makkah.
Hari pertama di Madinah dijalani dengan lebih perlahan. Jamaah mengenal area di sekitar Masjid Nabawi dan menyiapkan waktu untuk ziarah ke Raudhah, membiarkan suasana Kota Nabi menjadi bagian dari perjalanan.
Madinah kemudian dibaca melalui tempat-tempat yang menyimpan jejak perjalanan: Masjid Quba, Jabal Uhud, kebun kurma, dan Masjid Qiblatain. Satu hari untuk mengenal kota ini lebih dekat, tanpa kehilangan ruang untuk kembali beribadah di Masjid Nabawi.
Rangkaian tambahan di Madinah membawa jamaah menuju percetakan Al-Quran, memberi kesempatan melihat sisi lain perjalanan di sekitar Kota Nabi.
Ada waktu yang sengaja dibuat lebih lapang di Kota Nabi. Jamaah dapat memperbanyak ibadah di Masjid Nabawi, berjalan di sekitarnya, atau memilih waktu istirahat yang lebih panjang.
Madinah terasa berbeda ketika tidak terburu-buru. Hari bebas dapat diisi dengan ibadah di Masjid Nabawi, ziarah ke Baqi' bagi jamaah laki-laki, atau mencari oleh-oleh di sekitar masjid.
Waktu bebas di Madinah dapat menjadi kesempatan untuk kembali pada ibadah yang ingin diperpanjang. Bagi jamaah laki-laki, ziarah ke Baqi' juga dapat menjadi pilihan sesuai kondisi dan waktu. Menjelang berakhirnya rangkaian di Madinah, perjalanan menuju Makkah dilanjutkan dengan kereta cepat—perpindahan antarkota yang terasa lebih ringkas sebelum memasuki hari-hari ibadah di Makkah.
Tiba di Makkah, perjalanan segera menemukan pusatnya. Setelah bersiap, jamaah menunaikan Umroh wajib—memulai hari-hari di Kota Suci dengan thawaf, sa'i, dan rangkaian ibadah yang telah dinanti.
Hari berikutnya membawa jamaah menyusuri jejak perjalanan di sekitar Makkah: Jabal Tsur, Arafah, Jabal Rahmah, Muzdalifah, hingga Mina. Ihram dibawa sejak awal, karena setelah city tour perjalanan berlanjut ke Ji'ronah untuk mengambil miqat dan menunaikan Umroh kedua.
Perjalanan menuju Thaif menghadirkan suasana yang berbeda: singgah di Masjid Ibnu Abbas dan Masjid Addas, melihat kebun mawar dan penyulingan parfum, serta menikmati nasi mandhi khas Thaif. Dalam perjalanan kembali, jamaah mengambil miqat di Qarnul Manazil sebelum menunaikan Umroh ketiga.
Waktu hari ini menjadi milik jamaah. Ingin lebih lama di Masjidil Haram, tawaf sunnah, berangkat ke Tan'im untuk Umroh mandiri, atau sekadar menikmati suasana sekitar hotel—semuanya dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing.
Hari tanpa agenda yang mengikat membuka ruang untuk kembali pada hal yang paling ingin dilakukan—tawaf sunnah, doa yang lebih panjang, Umroh mandiri dari Tan'im, atau menikmati suasana Makkah dengan tenang.
Hari kepulangan akhirnya tiba. Setelah rangkaian ibadah dan perjalanan selesai, jamaah menuju Jeddah untuk terbang bersama LION kembali ke Surabaya—membawa pulang cerita yang mungkin akan tinggal jauh lebih lama daripada perjalanannya.
MATERI RELEVAN
PANDUAN UMROH
Jarak hotel sering kali lebih berguna untuk dipahami daripada sekadar melihat jumlah bintang. Panduan ini membantu membaca konteks hotel sebelum memilih paket.
Baca selengkapnya →ALUR PENDAFTARAN
Alur ringkas untuk membantu memahami tahap perjalanan tanpa memenuhi halaman dengan detail administratif.
Tanyakan jadwal, pilihan kamar, atau hal lain yang perlu dipastikan.
Tim akan menjelaskan langkah booking sesuai ketentuan program yang berlaku.
Dokumen disiapkan setelah kebutuhan perjalanan dikonfirmasi bersama tim.
Persiapan akhir dilakukan menjelang waktu perjalanan.
KONSULTASI
Mulai dari satu pertanyaan. Tim An Namiroh dapat membantu melihat jadwal ini dalam konteks kebutuhan perjalanan Anda.